You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ketua Koordinator Program NU Mendengar, Abdul Azis
photo Mochamad Tresna Suheryanto - Beritajakarta.id

Kerja Sama Kelola Sampah Upaya Bersama Tangani Tantangan Lingkungan

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) pengelolaan sampah. 

"fokus kami adalah krisis sampah Jakarta,"

Kerja sama ini difokuskan pada upaya bersama menangani tantangan lingkungan hidup dan masalah sampah organik di Jakarta.

Koordinator Program NU Mendengar, Abdul Aziz menyampaikan, kerja sama ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara umat dan pemerintah. Program NU Mendengar adalah upaya PWNU mendengarkan suara masyarakat untuk merumuskan solusi nyata.

PWNU-Dinas LH DKI Kerja Sama Pengelolaan Sampah

"Tahun 2025, fokus kami adalah krisis sampah Jakarta, terutama sampah organik," ujar Abdul Azis, Sabtu (11/10).

Meskipun Pemprov DKI telah berupaya menangani persoalan sampah, namun baru 13 persen rumah tangga yang memilah sampahnya sesuai aturan yang ada. Sedangkan lebih dari separuh sampah yang masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang merupakan sampah rumah tangga, pasar, dan area komersial.

"Padahal kapasitas Bantargebang kini tersisa hanya 10 persen. Artinya, pekerjaan besar masih menanti kita semua," kata Abdul.

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal perilaku dan kesadaran masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan ulama merupakan kunci dari perubahan.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, NU Jakarta telah memulai prototipe pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot di Jakarta Barat. Menurutnya, model ini terbukti efektif dan menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular.

PWNU menargetkan terbentuknya 50 simpul komunitas percontohan hingga akhir 2025, yang akan mengolah rata-rata 25 kilogram sampah organik setiap hari.

"Untuk program ini, kami menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup; Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan, serta Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta," ucapnya.

PWNU juga berencana menjalin kerja sama dengan Perumda Pasar Jaya dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro untuk pengelolaan sampah di area pasar dan area komersil.

Abdul menyebut, gerakan ekonomi sirkular NU Jakarta ini dapat mengurangi timbulan sampah hingga 10 persen per hari dengan anggaran yang jauh lebih efisien.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1343 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1186 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye980 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye950 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye778 personFakhrizal Fakhri
close